Selamat Datang

Salam buat agan-agan semua... blog ini tercipta hanya sebuah media untuk kita saling belajar, berbagi, dan saling memberi informasi khususnya di dalam bidang Informatika.

Dari mulai newbie hingga yang master sekalipun boleh bergabung paling tidak berikan saran terbaik bagi semua. Perlu di ketahui, ini hanyalah catatan kecil milik insan tuhan yg ingin belajar.

Ilmu cukup diukur hanya dengan 3 jengkal saja : Pertama adalah sifat sok teu, congkak, sombong, (maklumlah). Kedua Tawadhu (low profile), santai dan bijaksana. Ketiga adalah sadar bahwa kita sebenarnya tidak mengetahui apa-apa tanpa-NYA - Always Newbie

Tampilkan postingan dengan label Hosting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hosting. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Januari 2018

Membuat PhpMyAdmin Lokal Menjadi Aman

Database phpMyAdmin mendukung berbagai operasi MySQL, diantaranya (mengelola basis data, tabel-tabel, bidang (fields), relasi (relations), indeks, pengguna (users), perijinan (permissions), dan lain-lain). Sudah barang tentu ketika sebuah database harus memiliki keamanan data. Oleh karena itu penulis ingin memberikan tips bagaimana membuat database dalam PhpMyAdmin anda lebih aman dengan menggunakan user dan password.

Senin, 23 Mei 2016

Langkah Mudah Upload WordPress dari Localhost ke Hosting Online

WordPress merupakan salah CMS (content management system) yang digunakan untuk mengatur sebuah website dengan mudah. Anda dapat melakukan pengubahan di localhost dan menguploadnya ke server hosting.
Pada tulisan kali ini penulis tidak menjelaskan bagaimana meng-install WordPress di server lokal anda, namun langkah setelah Anda mengkonfigurasi WordPress di lokal, yaitu meng-upload website Anda ke server hosting. Ada baiknya sebelum melakukan 12 langkah mudah meng-upload WordPress dari localhost ke hosting, cek kembali seluruh file WordPress lokal Anda serta akun hosting anda. Sehingga semuanya akan berjalan dengan lancar.
Sekarang mari kita mulai langkah-langkah uploadnya :
  1. Kompres seluruh folder WordPress yang sudah anda install pada localhost termasuk theme-nya ke dalam 1 file zip. Umumnya, jika Anda menggunakan XAMPP, maka folder tersebut terdapat pada “htdocs”. Sedangkan jika Anda menggunakan Apache biasanya terdapat pada folder “www”. File zip inilah yang nanti akan di-upload ke webserver.
    compress
  2. Export keseluruhan tabel database WordPress Anda menjadi satu file SQL. Simpan dengan nama terserah Anda. File ini juga akan di-upload ke webserver.
    export table wordpress
  3. Masuk ke Control Panel hosting dengan menggunakan username dan password sesuai dengan akun pada penyedia hosting Anda.
    cpanel
  4. Upload file zip ke webserver, di folder “public_html/” (default) atau ke folder lain jika Anda yang menggunakan sub-domain. Lalu extract file zip tersebut pada direktrori yang sama. Anda juga bisa melakukan langkah 1-4 dengan menggunakan fitur akses FTP.
    Public_html
  5. Sesuaikan konfigurasi pada file wp-config.php dengan setting database di hosting Anda. Contoh:
    • database: proyek1
    • username: webserver1
    • password : mysqlwebserver1
  6. Import sql wordpress ke webserver. Umumnya, Anda bisa menggunakan phpMyAdmin yang tersedia di hosting. Jangan lupa untuk memilih dahulu database yang akan digunakan untuk import.
    database
  7. Dengan demikian, seluruh file WordPress Anda telah di-upload. Namun website Anda hanya akan bekerja pada halaman index-nya. Bila Anda coba akses, maka Anda tidak akan bisa masuk ke halaman lainnya, atau bahkan gambar-gambar di website Anda tidak muncul. Hal ini terjadi karena WordPress Anda masih menggunakan “localhost” sebagai domain untuk di server Anda.
    Untuk mengatasi hal tersebut, download script dari http://interconnectit.com/products/search-and-replace-for-wordpress-databases/. Pada saat artikel ini ditulis, versi 2.1 dari Search and Replace DB merupakan versi stabilnya.
    Upload file ini lalu ekstrak filenya ke dalam direktori webserver Anda. Setelah itu, Anda bisa memanggil filenya dengan cara mengetikan url “www.domainkamu.com/searchreplacedb2.php” (atau nama lain yang Anda sesuaikan).
  8. Setelah Anda mengakses alamat file tersebut di web browser, Anda akan masuk di halaman awal, yang merupakan konfirmasi untuk memuat konfigurasi database sebelumnya. Script ini dapat mendeteksi secara otomatis konfigurasi WordPress Anda berdasarkan file wp-config.php yang Anda miliki.panggil-fungsi
  9. Secara default, detail database Anda meliputi server, nama database, username, password, dan tipe character sudah otomatis terisi. Anda bisa mengubahnya bila tidak sesuai.searchreplaced2-p2
  10. Di bagian selanjutnya, Anda akan menentukan tabel yang akan diubah. Penulis menganjurkan untuk mengubah semua tabel karena tabel di WordPress terhubung satu sama lain, kecuali Anda memang sudah benar benar memahami susunannya.Search-and-replace-DB-p3
  11. Masukkan kata yang akan Anda ubah. Dalam hal ini, Anda harus mengubah domain “localhost/wp” menjadi domain webserver Anda, misalkan: www.domainkamu.com.search-and-replacedb-p5
  12. Jika tidak ada masalah, maka Anda akan menerima pemberitahuan “completed”, beserta detail berapa banyak baris yang diubah oleh script ini. Selamat! Website berbasis WordPress milik Anda telah berhasil jalan pada webserver online!Search-and-replace-DB2

Penutup

Dapat Anda perhatikan bahwa fungsi utama dari script Search and Replace DB adalah mengkonfigurasi ulang data-data yang berhubungan langsung dengan database, mulai dari koneksi hingga keseluruhan teks untuk menghubungkan antar file. Misalkan data dari sebuah gambar Anda:
Ketika url masih lokal
localhost/[nama folder wp]/wp-includes/images/[file gambar]
Ketika url online harusnya menjadi
[domain anda]/wp-includes/images/[file gambar]

Sangat mudah dan praktis bukan? Script ini akan sangat membantu bagi anda yang belum terlalu paham hierarki tabel WordPress.

Redaksi Oleh: Bisa Komputer

Selasa, 29 Maret 2016

CARA MEMBUAT WEB PROXY SENDIRI MENGGUNAKAN

Kali ini Saya akan share cara mudah membuat web proxy sendiri. Sebelumnya Saya sudah pernah menjelaskan tentang jenis proxy dan penyedia proxy gratis dan cara mengakses website yang di blok isp. Keduanya itu mirip-mirip dengan yang satu ini. Oke, tanpa basa-basi dan panjang lebar langsung saja ke step-stepnya.
Bahan yang diperlukan hanya:
  • Web hosting
  • Glype
Bagi Anda yang belum memiliki web hosting sendiri bisa mendaftar IDHosting – disini atau x10Hosting – disini. Kemudian untuk Glype-nya bisa Anda download disini, Download Glype 1.3 Nulled.
  1. Oke, setelah semua bahan ada sekarang buka File Manager di CPanel Anda.
    Web Proxy Sendiri
    CPanel File Manager
  2. Kemudian Upload file Glype yang sudah Anda download kedalam suatu folder dan Ekstrak.
    Nah, karena Glype-nya sudah nulled untuk bisa masuk ke halaman Adminnya. Anda harus menghapus sedikit skrip yang ada.
    Web Proxy Sendiri
    Upload Glype
  3. Buka dan edit file settings.php yang berada di folder includes.
    Cari perintah
    1
    $adminDetails['1'] = 'c4ca4238a0b923820dcc509a6f75849b';
    Web Proxy Sendiri
    Edit File
    HAPUS PERINTAH TERSEBUT dan Simpan kembali filenya.
  4. Sekarang buka URL tempat Anda menaruh file Glype tersebut. Contohnya http://domain.com/folder-glype/. Anda harus memberi username dan password admin untuk Web Proxy Anda.
    Web Proxy Sendiri
    Glype Admin
  5. Untuk membuka halaman Adminnya bisa mengunjungi ke URL http://domain.com/folder-glype/admin.php. Berikut adalah gambar web proxy yang Saya buat.
    Web Proxy Sendiri
    My Web Proxy
Belajar nggak kenal lelah, coba-coba atau iseng belajar kaya gini nggak bakal rugi kok malah tambah pengetahunan kita 

Jumat, 20 Februari 2015

Cara Mengambil Data Dari cPanel

Setiap web pasti memiliki yang namanya backup, tentu ini di lakukan untuk menjaga supaya web tetap stabil dalam pengelolaannya. Saya akan berikan cara untuk mengambil atau membackup data konten dari online ke offline, maksudnya adalah mengambil data dari server online anda. Di sini Saya gunakan adalah cPanel WHM.
1. Anda buka (login) cPanel anda.
2. Masuk ke bagian "File Manager" di cPanel anda.
Menu File Manager

3. Pilih menu public_html / www.

4. Pilih menu "Compress" untuk meringkas semua file web anda.
5. Setelah itu cari hasil kompres data anda dan pili menu download di bar atas file manager.
6. Tunggu proses download selesai.
Sekian tips dari saya mudah - mudahan membantu Anda. Terima kasih dan selamat mencoba.... :)

Selasa, 04 Maret 2014

Mengatasi Masalah Error Deprecated Function Pada PHP

Mungkin anda pernah mendapati error semacam ini pada saat meng eksekusi PHP :
Deprecated: Function session_is_registered() is deprecated in [...] 
hal ini disebabkan oleh fitur Deprecated yang ditambahkan mulai PHP 5.3.x yang otomatis memberikan notifikasi error jika beberapa fungsi atau variabel di gunakan. 
Dengan kata lain notifikasi error ini memberikan peringatan bagi para programmer PHP untuk mengganti fungsi tersebut karena meskipun masih berjalan di PHP 5.3.x fungsi tersebut akan dihapus di PHP 6.0.0, kalaupun mau ya pakai yang versi php di bawahnya...
PHP 5.3.x mungkin juga versi terbaru sudah tidak lagi mendukung function dibawah ini



  • magic_quotes_runtime
  • magic_quotes_sybase
  • register_globals
  • Komentar menggunakan ‘#’ di file .ini
  • define_syslog_variables
  • register_long_arrays
  • safe_mode
  • magic_quotes_gpc

Berikut cara mengatasi Deprecated dari Script PHP :

  • call_user_method() menjadi: call_user_func()
  • call_user_method_array() menjadi: call_user_func_array()
  • define_syslog_variables()
  • split() menjadi: preg_split()
  • session_register() menjadi: the $_SESSION superglobal
  • session_unregister() menjadi:  $_SESSION superglobal
  • session_is_registered() menjadi:  $_SESSION superglobal
  • set_socket_blocking() menjadi: stream_set_blocking()
  • spliti() menjadi: preg_split()
  • ereg() menjadi: preg_match()
  • ereg_replace() menjadi: preg_replace()
  • eregi() menjadi: preg_match()
  • eregi_replace() menjadi: preg_replace()
  • set_magic_quotes_runtime() and its alias, magic_quotes_runtime()
  • mysql_db_query() menjadi: mysql_select_db() dan mysql_query()
  • mysql_escape_string() menjadi: mysql_real_escape_string()
  • dl() functin ini sudah dihapus di PHP 5.3
  • sql_regcase() DEPRECATED tanpa penganti?

Senin, 01 Agustus 2011

WEB HOSTING - PLESK PHP SAFE MODE SETTING


Bagaimana cara mengubah pengaturan mode aman PHP?

Beberapa aplikasi memerlukan Anda untuk menonaktifkan mode PHP Aman, aplikasi populer seperti " Wordpress "dan" Joomla "safe mode perlu dinonaktifkan.
Tidak perlu untuk mengedit php.ini Anda untuk memodifikasi "safe" pengaturan, Anda sekarang dapat membuat perubahan pada Control Panel Hosting Anda.
Berikut adalah bagaimana Anda dapat melakukannya dalam beberapa langkah mudah ...
  1. Masuk ke Control Panel Hosting Anda
  2. Anda pilih nama domain
  3. Pada tab "Web Site", klik "Hosting Web Settings"
  4. Di bawah "Dukungan PHP", pilih yang diinginkan "Safe Mode" Pengaturan
  5. Tekan "Ok" tombol untuk mengaktifkan
Itu semua ada untuk itu! Jika Anda memiliki masalah, cukup hubungi Helpdesk untuk bantuan lebih lanjut, semoga bermanfaat.

Kamis, 28 Juli 2011

Koneksi Database Mysql dengan ODBC


Berikut beberapa cara koneksi database mysql dengan driver ODBC.
Local database
Driver={MySQL ODBC 3.51 Driver};Server=localhost;Database=myDataBase; User=myUsername;Password=myPassword;Option=3;
Remote database
Driver={MySQL ODBC 3.51 Driver};Server=myServerAddress;Database=myDataBase;User=myUsername; Password=myPassword;Option=3;
Specifying TCP/IP port
Driver={MySQL ODBC 3.51 Driver};Server=myServerAddress;Port=3306;Database=myDataBase;User=myUsername; Password=myPassword;Option=3;
The driver defaults to port value 3306, if not specified in the connection string, as 3306 is the default port for MySQL.
Specifying character set
Driver={MySQL ODBC 3.51 Driver};Server=myServerAddress;charset=UTF8;Database=myDataBase;User=myUsername; Password=myPassword;Option=3;
Note that the charset option works from version 3.51.17 of the driver.
Specifying socket
This one specifies the Unix socket file or Windows named pipe to connect to. Used only for local client connections.
Driver={MySQL ODBC 3.51 Driver};Server=myServerAddress;Database=myDataBase;User=myUsername; Password=myPassword;Socket=MySQL;Option=3;
On Windows, the socket variable is the name of the named pipe that is used for local client connections. The default value is MySQL.
On Unix platforms, the socket variable is the name of the socket file that is used for local client connections. The default is /tmp/mysql.sock.
Using SSL
Driver={MySQL ODBC 3.51 Driver};Server=myServerAddress;Database=myDataBase;User=myUsername; Password=myPassword;sslca=c:\cacert.pem;sslcert=c:\client-cert.pem;sslkey=c:\client-key.pem;sslverify=1;Option=3;
SSLCA specifies the path to a file with a list of trust SSL CAs
SSLCERT specifies the name of the SSL certificate file to use for establishing a secure connection.
SSLKEY specifies the name of the SSL key file to use for establishing a secure connection.
Nah kurang lebih caranya begitu, kalau pengin lihat lebih detail, bisa lihat disini http://www.connectionstrings.com. Selamat mencoba

Rabu, 22 Juni 2011

cpanel - pindahkan addon domain menjadi main domain

addon domain

sebelum melangkah ke bahasan kali ini, ada baiknya kita ketahui dulu bersama, addon domain itu apa sih? sejalan dengan perkembangan web hosting, muncullah istilah addon domain yang tujuan utamanya adalah memudahkan pengguna dalam memaksimalkan hosting yang ada. dengan fitur addon domain, seseorang dapat menggunakan sebuah hosting untuk beberapa nama domain, dimana masing² domain tersebut juga dapat memiliki situs tersendiri. jadi tiap nama domain nda perlu lagi dibelikan hosting sendiri, selagi masih ada ruang kosong di hosting, gabungkan saja domain-nya.
walopun tiap domain yang diposisikan sebagai addon domain menggunakan hosting yang sama, secara hirarki sebuah addon domain hanya numpang. itu sebabnya sebuah addon domain tidak memiliki login cpanel tersendiri, melainkan tetap ikut ke domain utama. mungkin hanya hal tersebut kekurangan dari addon domain. selebihnya bisa dibilang sama dengan domain utama, bisa punya imel sesuai nama domain, fitur statistika dan lainnya…

memindahkan addon domain menjadi domain utama

kasus seperti ini sebenarnya nda terlalu sering terjadi selama saya tekuni pekerjaan web hosting. awal² saya kerja malah hal seperti ini sama sekali nda didukung oleh pihak penyedia layanan web hosting. dengan kata lain, jika ada klien yang ingin pindahkan sebuah addon domain menjadi domain utama, ya si klien sendiri yang harus pindahkan. sepintas wajar saja, karena akun addon domain memang nda punya bekap tersendiri alias nimbrung ke hosting domain utama. jadi kalopun dibuat file bekapan versi cpanel dan diekstrak ya nda akan bisa, karena akun addon domain dan domain utama menggunakan username yang sama.
sejalan dengan waktu [dan keinginan untuk membantu klien], bergerilyalah saya kala bulan ambil peran [ngeri kalimatnya] :P seperti biasa diawali dengan analisa tentang addon domain di sebuah hosting. file dan direktori mana saja yang harus dipindahkan agar sebuah addon domain bisa berdiri sendiri menjadi domain utama tanpa harus upload ulang data situs serta melakukan konfigurasi hosting dari awal. berikut ini adalah beberapa lokasi penting saat ingin memindahkan addon domain menjadi domain utama yang saya kategorikan berdasarkan fitur hosting.
  • situs
  • basis data
  • mail
  • statistika
  • konfigurasi hosting

memindahkan file situs

bagi pengguna atau pengelola hosting hal ini sepertinya sudah nda asing lagi, tak lain dan tak bukan adalah direktori public_html, dimana bersemayam semua file dan direktori yang berkaitan dengan skrip situs. ada sedikit perbedaan hirarki antara public_html domain utama dan addon domain, dimana sebuah addon domain memiliki direktori di dalam public_html sesuai nama domain-nya. misalkan yang berperan sebagai domain utama adalah dit.web.id [dengan username ditwebid], sedangkan yang menumpang adalah skatebored.info. maka gambaran lokasinya adalah sebagai berikut.
/home/ditwebid/public_html/skatebored.info
instruksi pemindahan :
  1. salinlah semua file dan direktori dari direktori bernama domain, lalu letakkan di hosting barunya.
  2. sesuaikan semua konfigurasi di skrip situs yang menggunakan data username hosting, karena prefiks username cpanel pastinya sudah berbeda.
  3. ubah kepemilikan file dan direktori sesuai username yang baru dan pastikan izin akses file sudah benar [file maksimal 644 dan direktori maksimal 755].

memindahkan basis data

jika situs Anda tergolong dinamis, hampir bisa dipastikan menggunakan basis data. untuk itu basis data juga harus dipindahkan ke hosting yang baru agar situs juga bisa berfungsi sebagaimana mestinya. jika belum terlalu akrab dengan shell, Anda dapat memanfaatkan aplikasi phpmyadmin untuk membuat file bekapan basis data [ekspor basisdata]. sebaliknya jika sudah terbiasa dengan shell, beranjaklah ke konsol dan picu perintah di bawah ini untuk ekspor menjadi file bekap basis data.
mysqldump -u usernamecpanellama_usernamebasisdata usernamecpanellama_namabasisdata --add-drop-table --no-autocommit --opt > namabasisdata.sql -p[i]katasandiusernamebasisdatanya[/i]
instruksi pemindahan :
  1. kopikan file bekap basisdata hasil dari proses ekspor ke hosting yang baru atau salin ke komputer kerja Anda [jika memanfaatkan phpmyadmin].
  2. melalui opsi cpanel data bases di cpanel, buatlah sebuah basis data baru, username basis data serta tentukan kata sandinya.
  3. masih dari opsi yang sama, tambahkanlah username basis data yang telah dibuat ke dalam basis data yang baru. berikanlah akses penuh [all privileges] si username basis data.
  4. gunakan opsi import di phpmyadmin, lalu cari dan pilihlah file bekap basis data yang sudah dibuat. jika berada di konsol dan file bekap basis data sudah berada di hosting baru, eksekusilah perintah di bawah ini untuk proses impornya.
    mysql -u usernamecpanelbaru_usernamebasisdata usernamecpanelbaru_namabasisdata < namafilebekapbasisdata.sql -p[i]katasandiusernamebasisdatanya[/i]

memindahkan mail

tidak kalah pentingnya dengan situs, fitur mail bisa dikatakan vital peranannya zaman sekarang ini. jadi jangan sampai akun² mail yang sudah ada [serta isinya] nda ikut dipindahkan ke hosting baru. serupa dengan direktori situs, direktori mail sebuah addon domain juga diwakili dengan nama domain-nya. dari sisi lokasi juga sama dengan domain utama. diasumsikan addon domain-nya adalah skatebored.info, maka lokasinya direktori mail-nya adalah sebagai berikut.
/home/usernamecpanel/mail/skatebored.info
instruksi pemindahan :
  1. kopikan direktori mail-nya ke hosting yang baru di lokasi yang sama, yaitu /home/usernamecpanel/mail/.
  2. sesuaikan kepemilikan file dan direktori mail-nya dengan komposisi usernamecpanel.usernamecpanel [owner.group].
  3. kopikan file basis data akun mail di [b]/home/usernamecpanel/.cpanel/email_accounts.yaml ke lokasi yang sama di hosting baru.

memindahkan statistika

fitur yang satu ini sebenarnya nda vital, tapi tergantung penggunanya juga. melalui statistika dapat diketahui seberapa besar minat pengunjung ke situs serta konten situs mana saja yang paling digemari. 2 kegunaan itu biasanya yang dibutuhkan pengguna dari fitur statistika yang diakomodasi oleh awstat atau webalizer.
data statistika tersimpan berupa kumpulan file yang nantinya disajikan berupa laporan oleh aplikasi pengolah statistik di hosting.
/home/usernamecpanel/tmp/awstats
/home/usernamecpanel/tmp/webalizer
jika Anda memang membutuhkan laporan statistikanya, maka silakan ikuti beberapa langkah di bawah ini untuk menyandingkannya di hosting baru.
instruksi pemindahan :
  1. copykan direktori awstats dan webalizer ke hosting baru ke dalam direktori /home/usernamecpanel/tmp
  2. pastikan kepemilikan file dan direktorinya sesuai dengan username cpanel hosting yang baru.

konfigurasi hosting

semua file dan direktori sudah berhasil dipindahkan ke hosting yang baru, maka langkah berikutnya adalah melakukan penyesuaikan file konfigurasinya agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
  • file konfigurasi awstats
    1. beranjaklah ke lokasi /home/usernamecpanel/tmp/awstats.
    2. gunakan sembarang editor dan suntinglah file awstats.domain.apa.conf sesuai format di bawah ini.
      variabel
      DirData="/home/usernamecpanel/tmp/awstats"
      SiteDomain="domain.apa"
      HostAliases="domain.apa www.domain.apa sub.domain.apa sub2.domain.apa localhost 127.0.0.1"
    3. editlah semua file dengan ekstensi conf lainnya dengan cara serupa.
  • file konfigurasi email khusus untuk mail terdapat beberapa perbedaan kepemilikan file dan direktori yang harus disesuaikan agar dapat berfungsi dengan baik. simak tabel di bawah ini untuk memudahkan.
    lokasi file atau direktori kepemilikan [owner.group]
    /home/usernamecpanel/mail/ domain.apa usernamecpanel.usernamecpanel
    /home/usernamecpanel/mail/domain.apa/ semua direktori yang mewakili akun mail usernamecpanel.usernamecpanel
    /home/usernamecpanel/etc/ semua direktori yang mewakili domain dan sub domain usernamecpanel.mail
    /home/usernamecpanel/etc/domain.apa semua direktori yang mewakili akun mail usernamecpanel.usernamecpanel
    /home/usernamecpanel/etc/domain.apa passwd usernamecpanel.mail
    /home/usernamecpanel/etc/domain.apa shadow usernamecpanel.mail

kesimpulan

setelah menempuh semua langkah di atas, sekarang addon domain Anda sudah berhasil dipindahkan ke hosting baru dan berfungsi sebagai domain utama. beberapa file konfigurasi lain sebenarnya masih ada yang berkaitan, tetapi dapat diabaikan saja karena cpanel akan secara otomatis membuatnya begitu ada proses yang berkaitan dengan konfigurasi tersebut. nah, ternyata nda sulit kan memindahkan addon domain menjadi main domain di cpanel ;) jadi tunggu apa lagi? selamat mencoba…

Jumat, 17 Juni 2011

Membuat Database MySql di cPanel

Tutorial ini akan menerangkan cara membuat database MySql di cPanel. Di sini juga bisa diperoleh informasi nama database, username database, dan password database.
Silahkan ikuti langkah dibawah ini untuk membuat database MySql:
  1. Login ke cPanel > MySQL Databases.
  2. Masukkan nama database yang anda inginkan di New Database, lalu tekan tombol Create Database.
    new database
    new database
  3. Anda akan dibawa ke halaman baru yang berisi konfirmasi pembuatan database, catat nama database anda (nama database bukan yang anda masukkan pada langkah ke-2) dan tekan link Go Back. Di contoh tutorial ini, nama database adalah unamecp_dbbaru, bukan dbbaru.
    konfirmasi pembuatan database
    konfirmasi pembuatan database
  4. Buat MySql User dengan memasukkan username dan password yang and inginkan, lalu tekan tombol Create User.
    membuat user mysql
    membuat user mysql
  5. Anda akan dibawa ke halaman baru yang berisi konfirmasi pembuatan user database, catat password database anda. Tekan link Go Back.
    konfirmasi username
    konfirmasi username
  6. Catat username anda, username database bisa dilihat di list Current User. Di contoh tutorial ini, nama database adalah unamecp_dbuser, bukan dbuser, seperti yang diinput pada langkah ke-4.list user database

    list user database





  7. Beri hak akses user yang dibuat ke database yang kita kehendaki. Pilih User dan Database dari Add User To Database, lalu tekan tombol Add.
    menambahkan user ke database
    menambahkan user ke database





  8. Di halaman Manage User Privileges, pilih ALL PRIVILEGES, lalu tekan tombol Make Changes.
    User Privileges
    User Privileges





  9. Anda akan dibawa ke halaman baru yang berisi konfirmasi perubahan User Privileges database. Jika anda belum catat nama database dan username database, silahkan dicatat dari halaman ini.
    konfirmasi penambahan user privileges
    konfirmasi penambahan user privileges





Sekarang anda telah bisa membuat database MySql di cPanel dan memperoleh nama database, username, password database yang bisa digunakan untuk aplikasi web anda.

Perbedaan Subdomain, Addon Domain, dan Park Domain

Banyak yang sering menanyakan perbedaan antara Subdomain, Addon Domain, dan Park Domain. Perbedaan antara subdomain, Addon Domain, dan Park Domain sangat jelas sehingga tidak akan membingungkan jika sudah mengerti.  

Subdomain
Subdomain adalah bagian dari domain utama dan bisa dibuat sebebas mungkin tanpa perlu membeli lagi domain.
Subomain sering digunakan untuk membedakan fungsi atau bagian dari web. Kita ambil contoh saja dari web dapurhosting.com. Dapurhosting.com adalah nama domain dan memiliki beberapa subdomain:
  • blog.dapurhosting.com, blog adalah subdomain yang kami gunakan untuk sebagai web blog kami.
  • secure.dapurhosting.com, secure merupakah bagian dari domain dapurhosting.com dimana akses ke sana telah diberikan fitur secure (SSL) dan digunakan untuk member area.
  • faq.dapurhosting.com, digunakan untuk Frequent Ask Question kami.
Addon domain
Addon domain adalah domain yang ditambahkan ke hosting domain utama dan diarahkan ke sub-direktori sebuah website sehingga domain tersebut akan menampilkan isi web dari sub-direktori itu.
Addon domain digunakan kalau ingin menampilkan beberapa web dalam satu hosting.  Dengan fitur ini anda hanya perlu membeli nama domain lagi dan ditambahkan ke hosting anda dan anda akan mempunyai 2 web yang aktif dengan isi berbeda.

Parked domain
Parked domain adalah domain yang diparkirkan ke atas domain utama sehingga pada saat domain tersebut diakses akan menampilkan web domain utama.
Diharapkan dengan artikel ini anda dapat membedakan Subdomain, addon Domain, dan Park Domain.

Cara Backup dan Restore database MySQL

Biasanya backup dan restore data dilakukan menggunakan phpMyAdmin baik XAMPP ataupun sejenisnya.  Akan tetapi untuk data yang besar akan terasa lama untuk proses backup. Begitu juga sebaliknya untuk restore atau import data juga dibatasi hanya beberapa MB (Mega Byte). Bagaimana dengan ukuran data yang sampai dengan GB (Giga Byte). Backup data dapat dilakukan melalui console atau command. Langsung saja. Backup database dapat dilakukan dengan dua cara yaitu manual dan otomatis 
1.Secara Manual

a. Backup data
#dump schema only
mysqldump -u root --no-data -p gsm > skema_gsm_prod_01012010.sql
# dump data only
mysqldump -u root --disable-keys --no-create-info -p gsm > data_gsm_prod_01012010.sql
#dump schema dan data 
mysqldump -u root  -p gsm > completedata_gsm_prod_01012010.sql

b. Restore data
#restore dump schema only
mysql -u root -p gsm < skema_gsm_prod_01012010.sql
# restore dump data only
mysql -u root  -p gsm < data_gsm_prod_01012010.sql
#restore dump schema dan data 
mysql -u root  -p gsm < completedata_gsm_prod_01012010.sql

2. Secara Otomatis

Dapat menggunakan third party tool seperti MySQL Administrator ver. 1.0.13. 

         a. Backup data 
Berikut adalah langkah-langkah yang harus diambil untuk melakukan konfigurasi proses backup secara terjadwal :
1.  Jalankan MySQL Administrator.
2. Pilih koneksi yang akan digunakan, bila belum tersedia dapat membuat koneksi baru dengan mengklik tombol pada Connection.
3.  Setelah menentukan koneksi yang akan digunakan maka lanjutkan dengan mengklik OK.
4.  Setelah MySQL Administrator terhubung dengan database server maka selanjutnya pilih menu Backup.
5.  Maka tab yang akan aktif pertama kali adalah Backup Project.
6. Klik New Project, lalu isikan proyek backup yang akan dilakukan pada isian Project Name (contoh diisi dengangsm_backup). Kemudian pilih Schemata yang ingin dilakukan proses backup (misal yang dipilih adalah gsm).
7.  Selanjutnya pilih tab Advanced Options.
8.  Aktifkan pilihan Backup selected Schemata completely.
9.  Aktifkan pilihan Add DROP TABLE Statements.
10.  Selanjutnya pilih tab Schedule.
11.  Aktifkan pilihan Schedule this backup project.
12.  Isikan Target Directory dengan direktori yang anda inginkan untuk menyimpan file backup.
13.  Isi Filename dengan nama file yang akan menjadi file hasil backup.
14.  Tentukan waktu eksekusi pada isian Execution Time.
15.  Dan juga tentukan jam berapa proses backup berjalan dengan mengisi data Time.
16.  Klik Save Project untuk menyimpannya.

Catatan : 
Bila anda belum menentukan metode penyimpanan password maka anda harus mengisinya terlebih dahulu. 

b. Restore data

Berikut adalah langkah-langkah yang harus diambil untuk melakukan proses restore database :
1.  Jalankan MySQL Administrator.
2.  Pilih koneksi yang akan digunakan untuk melakukan koneksi dengan database.
3.  Setelah MySQL Administrator telah terhubung dengan database maka pilih menu Restore.
4.  Secara default tab yang pertama aktif adalah General.
5.  Isi File to restore dengan mengklik Open Backup File, lalu pilih Target Schema dengan Original Schema,kemudian aktifkan pilihan Create database(s) if they don’t exist.
6.  Untuk memeriksa file backup tersebut dapat dilakukan dengan mengklik tab Restore Content.
7.  Untuk menganalisa file backup tersebut dapat dilakukan dengan mengklik Analyze Backup File Content danMySQL Administrator akan menganalisa file tersebut.
8.  Setelah anda yakin untuk melakukan proses restore maka lakukan dengan mengklik Start Restore.

OK... Selamat belajar ya... :)

Selasa, 14 Juni 2011

Cara Create Email di LxAdmin VPS

4a. Creating email addresses
To create a new email address for your domain account, click the domain name from the "Domains" page (in the "Clients Home" page).


In the next page, under "Mail", click the "Add Mail Account" button



In the next page, enter:
 the username for your new email address
 password Disk Space limit,
 Maximum number of Autoresponders,
 whether to allow logo change or not

Click the "Add" button to create the new email address.

You can now view the list of email addresses created in the "Manage Mail" page under your domain.



4b. Setting a catch-all address
A catch-all email address is used to receive emails that are sent to a non-existant email address. You can either bounce back emails sent to non-existent email addresses or you can "catch" the emails to a default postmaster@yourdomain.com email address

To configure Catchall for a domain account, click the domain name from the "Domains" page (in the "Clients Home" page).
Then click the "Configure Catchall" icon

You can select between "Bounce" or "postmaster" to either bounce all emails or to catch them to default postmaster email address.


4c. Setting up a forwarder
To setup a forwarder email address which lets you forward incoming emails to another email address, click the "Mail Forwards" icon



In the next page, click the "Add Mail forward" tab on the top

Enter the email address (under your domain) that you wish to forward and then the email address to which you want the emails to be forwarded.
Click the "Add" button to create the mail forwarder address.

Note: Mail forwards are virtual email addresses, where mail coming to the address is directly forwarded to the address/script specified here. Please note that a mail account is not created at all, and thus no mail gets stored on the server. If you want to store mails too, you have to create a proper mailaccount and then add forwards from inside it. The Forward To can be a mail address, which would mean that mails coming to the address is transparently sent to it. 


4d. Setting up an auto-responder
To setup an auto-responder which lets you automatically send a pre-defined email message to the sender as a reply to their email,

 click the "Manage Mail" tab under your domain name page (from "Client Home"Domains")
 You should be able to see your list of email addresses here.
 Click on the email address for which you wish to setup the auto-responder.
 Now click "Autoresponders" button under "Mail Functions"



 Now click "Add Autoresponder" tab on the top
 In this page, enter a name for the Autoresponder, a subject and the pre-defined message.
 Click the "Add" button to create the new responder
 Now go back to the "Mail Account Home" of the above email account.



 Select the "Autoresponder name" from the drop down list. Click the "Update" button
 Now go back to the "Mail Account Home" and click the "Enable Autoresponder" button to enable the new autoresponder




4e. Setting up MX records
To setup MX Records for your email accounts incase you have a different mail server,

 go to the "Domains" page under "Client Home" and click your domain name.
 Now click the "Manage DNS" icon



In the next page, "Delete" the existing MX record entry from the list of DNS records, if you need to add a new MX record.

 Now click the "Add MX" tab on the top to continue
 In the next page, select a "Priority" for the mail server and enter the hostname of the mail server.
 Click "Add" to create the new MX record. You can now see the new MX record in the main DNS records list 


4f. Accessing Webmail
To access Webmail, login to the Webmail installation in the following format:

 http://webmail.yourdomain.comYou will be asked to login before you can access your Webmail account

Populer Post